LUCU LUCU
Suatu malam,
seorang pemuda datang ke sebuah restoran dan membeli beberapa ketul ayam
goreng. Ia membawa ayam gorengnya ke taman, untuk dinikmati bersama kekasihnya
di bawah sinar rembulan yang romantis. Ketika membuka bungkusan ayam goreng
itu, pemuda itu terkejut
Bukan ayam yang didapatinya, melainkan wang hasil penjualan restoran itu
sebanyak RM1000. Pemuda itu kemudian mengembalikan wang itu dan meminta ayam
goreng sebagai gantinya.
Pemilik restoran, merasa kagum atas kejujuran si pemuda, menanyakan namanya dan
mengatakan hendak menelefon wartawan Metro dan TV3 agar membuat cerita tentang
si pemuda. Ia akan menjadi pahlawan, sebuah contoh nilai kejujuran dan moral
yang akan menjadi contoh kepada yang lain!
Namun pemuda yang sedang lapar itu menolaknya. "Kekasihku sedang menunggu
. Aku hanya inginkan ayam gorengku."
Pemilik restoran menjadi semakin kagum atas sikap si pemuda yang begitu rendah
hati. Ia terus memohon agar diizinkan menceritakan kejadian itu kepada
wartawan. Pada saat itulah si pemuda jujur menjadi marah dan meminta ayam
gorengnya.
"Aku tidak mengerti" kata pemilik restoran. "Anda adalah
satu-satunya pemuda jujur di tengah dunia yang tidak jujur! Ini merupakan suatu
kesempatan yang baik untuk mengatakan kepada dunia bahawa masih ada orang-orang
jujur yang mau bertindak benar. Saya mohon, beritahukan nama anda dan juga nama
wanita itu. Apakah ia isterimu?"
"Itulah masalahnya," kata si pemuda. "Isteriku ada di rumah
dan wanita di dalam kereta itu adalah kekasihku. Sekarang berikan ayamku agar
aku dapat pergi dari sini."
LARI
Bersama seorang
teman sekelas aku pulang dari latihan olahraga. Di perjalanan, entah siapa yang
mulakan dulu, kami berdebat tentang siapa yang lebih pantas berlari. Kerana
kami berdua tidak ada yang mau mengalah.. akhirnya kami memutuskan untuk
mengujinya dengan berlari sejauh satu blok (sekitar 100 meter). Ketika itu
sekitar pukul enam petang dan keadaannya agak suram dan kelam.
Kami pun menggambil posisi masing2.. dan 1…2…3…, aku dan temanku terus berlari
"sprint" secepat mungkin. Ternyata kami berdua seimbang dan sama
pantas…...
Beberapa meter dari hujung blok (yang menjadi garis penamat kami) tiba-tiba
seorang Pak guard yang meronda di setiap blok berlari mengejar kami ….. Pak
guard tersebut berlari dengan pantasnya dan berada hanya beberapa meter di
belakang kami.
Aku bingung… kenapa Pak guard itu mengejar kami berdua…, kami berusaha berlari
sepantas mungkin kerana takut tertangkap oleh Pak guard tersebut. Aku sudah
tidak sempat berfikir dan kerana gugup aku terus berlari hingga
Akhirnya di persimpangan lorong kecil kami berdua berhenti sambil menghela
napas yang kelelahan. Beberapa minit kemudian pak guard juga sampai di tempat
kami dan dia juga berhenti dengan nafas yang tercungap-cungap.
Kami bertiga terdiam selama beberapa saat.. melepaskan lelah masing-masing...
Akhirnya, setelah agak tenang, dengan heran aku tanya kepada Pak guard
tersebut..
"Pakcik.., kenapa pakcik mengejar kami..?"
Pak guard itu nampak kebinggungan. Mungkin masih kebinggungan dan kepenatan..
Pak guard itu menjawab dalam Bahasa Jawa yang pekat..
"Lha koe wong loro mlayu ok aku yo melu, lha tak kiro nek ono opo
ngono..."
Maksudnya..
Tadi saya melihat kamu berdua berlari begitu pantas sekali.., saya kira ada
apa-apa yang terjadi.. jadi saya pun ikut lari juga...